Makanan Penambah Darah

Beberapa orang mungkin pernah mengalami kondisi dimana mata berkunang-kunang, sering pusing, mudah lemas, pucat, jantung berdetak kencang, napas pendek dsb. Bisa jadi gejala tersebut merupakan gejala dari anemia atau kekurangan zat besi.

Anemia atau lebih dikenal dengan kekurangan zat sel darah merah. Anemia merupakan gangguan kesehatan yang cukup berisiko tinggi. Umumnya sebagian besar anemia ini dialami oleh wanita dibanding pria.

Anemia yang banyak terjadi diakibatkan oleh kekurangan zat besi atau sel darah merah (Fe). Untuk mengatasi anemia disarankan untuk banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besinya, biasanya banyak terdapat pada jenis sayuran hijau, kacang-kacnagna, tahu, tempe dll.

Berikut ini ada beberapa jenis makanan penambah darah yang disarankan, seperti :

1. Makanan yang mengandung zat hijau

Makanan yang banyak mengandung zat hijau daun/chlorophyll. mulai sekarang untuk anda yang tidak suka dengan yang namanya sayur, agar kebiasannya itu di perbaiki. Kebanyakan gadis-gadis saat ini kurang begitu suka dengan sayur. Sayuran itu banyak sekali kandungan zat besi yang baik untuk tubuh diantaranya adalah daun pucuk ubi, kangkung, selada, bayam, brokoli, seledri, kembang kol, lobak, kubis, daun katu, daun melinjo dll.

2. Buah-buahan

Makanan yang satu ini cendrung disukai banyak orang, rajin-rajinlah mengkonsumsi buah-buahan karena banyak zat besi yang terkandung didalamnya. Buah-buahan yang kaya akan zat besi sebagai makanan penambah darah antara lain : buah bit, buah alpokat, anggur, semangka, molen, kundur dll.

3. Jamur tiram

Berbagai informasi menyebutkan bahwa kandungan nutrisi dalam jamur ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh.Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) memiliki kandungan gizi berupa kalori, kalsium, fosfor, vitamin B2, vitamin B1, vitamin C dan folid acid yang terkenal dapat menyembuhkan anemia.

4. Kacang-kacangan

Kacang almond sebagai makanan penambah darah juga merupakan satu dari sekian banyak jenis kacang yang cukup popular dan banyak manfaatnya untuk kesehatan, karena dalam 100 gram kacang almond yang kita konsumsi perhari, sudah memenuhi 6% dari kebutuhan zat besi untuk setiap harinya.

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penambah Darah Anemia

Hemoglobin yang terlalu sedikit dalam darah menyebabkan anemia. Hemoglobin mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika keadaan Anda kekurangan zat besi, sel darah merah hanya berisi sedikit hemoglobin yang membuat tubuh bekerja lebih keras dalam menyediakan oksigen. Hal ini yang membuat Anda merasa lelah, lemah dan napas menjadi pendek. Remaja, wanita yang sedang haid dan hamil membutuhkan makanan penambah darah anemia seperti zat besu yang tinggi. Khususnya bagi pertumbuhan, untuk mengganti kehilangan zat besi selama menstruasi, dan memperbesar volume darah selama kehamilan. Vitamin C dibutuhkan untuk membentuk sel-sel darah merah yang dapat mencegah kelelahan dan penyakit anemia. Buah sitrus (termasuk jeruk atau lemon), blackurant, buah-buahan lain dan sayuran hijau merupakan sumber vitamin C yng bagus. Dengan mengonsumsi 5 atau lebih porsi buah dan sayuran seperti yang direkomendasikan setiap harinya, akan meningkatkan asupan vitamin C dan menambah daya tahan tubuh Anda.

Makanan penambah darah anemia adalah protein dalam ikan, unggas, daging rendah lemak, dan makanan alternative bagi para vegetarian dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel-sel tubuh. Daging juga mengandung magnesium untuk pertumbuhan dan kesehatajn tulang dan kulit, zat besi, seng dan vitamin B12 yang dibutuhkan untuk mencegah anemia. Pilih daging rendah lemak. Hindari daging giling, pai, burger, baso daging dan juga sosis.

Makanan penambah darah anemia adalah apricot. Aprikot yang dikeringkan merupakan camilan yang baik dan penuh nutrisi, dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan camilan lain yang mengandung gula, seperti biscuit, atau kue. Aprikot kering mengandung NSP (serat) yang lebih tinggi dari apricot segar, dan kata akan potassium, yang jarang kita dapatkan dalam produk olahan yang kita konsumsi sehari-hari. Kebanyakan pola makan ala Barat mengandung terlalu sedikit sodium (garam dapur). Potasium menjaga keseimbangan sodium dalam sel tubuh dan membantu mencegah tekanan darah tinggi. Aprikot kering juga merupakan salah satu buah yang menjadi sumber zat besi terbesar, mineral yang sulit didapatkan dalam pola makan kebanyakan wanita. Padahal zat besi sangat penting untuk mencegah kelelahan, data tahan tubuh yang menurun dan anemia. Zat nesi yang berasal dari makanan nabati tidak dengan mudah diserap seperti halnya yang didapatkan dari daging. Untuk mempercepat penyerapannya, Anda harus mengombinasikan makanan-makanan seperti apricot dengan makanan-makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jus dan beragam jeruk, salad, dan sayuran berdaun hijau.

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penambah Darah Merah

Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang umum dijumpai dimasyarakat. Anemia dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B12. Akan tetapi, penyebab utama anemia adalah kekurangan zat besu, sehingga disebut sebagai anemia zat gizi besi. Apabila tidak terdapat cukup zat besi untuk memenuhi kebutuhan per harinya, maka jumlah hemoglobin di dalam sel darah merah akan berkurang dan menimbulkan keadaan sakit. Anemia zat besi dapat terjadi beberapa faktor. Faktor pertama adalah karena makanan sehari-hari sangat sedikit mengandung zat besu. Untuk mengatasi hal itu diperlukan pengetahuan yang cukup tentang bahan-bahan pangan yang banyak mengandung zat besi. Daftar komposisi bahan makanan yang dikeluarkan oleh Direktorat Gizi Kesehatan RI dapat dijadikan pedoman dalam memilih bahan pangan yang kaya akan zat besi dalam memilih makanan penambah darah merah.

Faktor kedua penyebab anemia zat gizi besi adalah karena rendahnya presentase zat besi yang dapat dari makanan. Makanan penambah darah merah zat besi dari pangan hewani lebih mudah diserap, yaitu antara 10-20 persen, sedagkan zat besi dari pangan nabati hanya dapat diserap oleh usus sekitar 1 persen, sedangkan dari ikan dapat diserap dalam jumlah yang lebih besar sekitar 11%. Faktor ketiga penyebab anemia adalah adanya zat-zat yang dapat menghambat penyerapa besi, seperti asam fitat, asam oksalat, dan tannin yang banyak terdapat pada serealia, sayiran, kacantg-kacangan, dan teh. Untuk lebih meningkarkan penyerapan zat besi, dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi vitamin C dan protein hewani.

Anemia zat gizi besi didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana kadar hemoglobin lebih rendah daripada keadaan normalnya untuk kelompok orang yang bersangkutan. Kelompok itu dibedakan atas umur dan jenis kelamin. Untuk laki-laki dewasa batas normalnya adalah 13 gram persen (artinya 13 gram dalam setiap 100 ml darah) sedangkan untuk wanita dewasa adalah 12 gram persen. Jika kadar hemoglobinnya berada dibawah batas-batas tersebut, maka keadaan demikian disebut anemia zat gizi besi atau secara awam disebut dengan lesu darah. Yang diperlukan adalah makanan penambah darah merah.

Mengingat demikian besar dampak negative yang dapat ditimbulkan oleh anemia zat gizi besi, maka kita wajib selalu melakukan iversifikasi konsumsi pangan agar terhindari dari hal-hal yang merugikan tersebut. Bahan pangan yang direkomendasikan adalah pangan hewani, sayuran hijau kebiruan, serta tentu saja spirulina.

Makanan penambah darah merah seperti daging yang mengandung vitamin B12 bersama-sama dengan zat besi dibutuhkan untuk mencegah anemia. Pilihlah daging yang lemaknya paling sedikit. Para vegetarian dapat memperoleh vitamin B12 ini dari produk-produk sayuran olahan, seperti susu kedelai,l yoghurt, ekstrak ragi, dan sereal yang difortifikasi.

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Asupan Makanan Penambah Darah

Anemia merupakan keadaan ketika terjadi penurunan jumlah eritrosit atau kadar hemoglobin dalam darah. Anemia mengakibatkan keadaan mudah lelah, pening terutama pada perubahan dari posisi jongkok ke posisis berdiri, palpitasi, letargi, dan peningkatan resiko onfeksi. Anemia dapat terkadi pada pasien rawat-inap maupun rawat jalan. Pasien dengan resiko tertinggi untuk terkena anemia adalah anak balita, wanita dengan haid yang lama atau banyak, ibu hamil, manula, dan para peminum minuman keras. Upaya pencegahan anemia harus terfokus pada evaluasi diet dan kecukupan asupan beberapa nutrient penting termasuk zat besi, vitamin B12 serta folat. Umumnya terapi suplemen dalam dosis farmakologis yang berupa vitamin larut air seperti folat dan B12 memerlukan waktu yang lebih singkat selama 2-4 minggu sementara terapi yang berupa mineral seperti zat besi membutuhkan waktu yang lebih panjang selama 6 bulan. Ini sangat penting diperhatikan dalam asupan makanan penambah darah.

Peningkatan asupan makanan penambah darah seperti vitamin dan mineral dari makanan setiap hari harus dianjurkan bersama-sama pemberian suplemen. Idealnya, perbaikan asupan nutrient dari makanan merupakan pendekatan yang digunakan untuk mempertahankan simpanan nutrient tubuh yang normal setelah terapi suplemen yang efektif. Pasien-pasien tertentu dengan diagnosis anemia dapat mengalami anemia kambuhan. Karena itu, pemeriksaan skrining ulang seharunya dilakukan secara periodic, khusus pada kelompok rawan anemia seperti disebut diatas.

Diamping rekomendasi intervensi dengan pemberien supelemen, preskripsi diet berikut ini diperhatikan pula dalam asupan makanan penambah darah :

  1. Makan makanan yang kaya zat besi, folat dan vitamin B12 seperti hati, kerang-kerangan, sereal yang diperkaya zat besi, udang, ikan, ragi (misalnya tempe) dan sereal utuh.
  2. Makan makanan sumber protein hewani dan nabati dalam jumlah dan proporsi yang seimbang. Kebutuhan protein bukan hanya diperlukan untuk membentuk komponen globin dalam hemoglobin tetapi jug dibutuhkan bagi pembentukan berbagai enzim dalam metabolisme sel, perbaikan jaringan yang aus atau sakit dan pertumbuhan.
  3. Makan sayuran hijau paling tidak sebanyak 3 porsi/hari untuk memenuhi kebuuhan akan zat besi.
  4. Minum sari buah yang kaya akan vitamin C paling tidak satu gelas perhari seperti sari jambu, jeruk atau tomat. Vitamin C diperlukan pada penderita anemia karena berperan untuk meningkatkan ansorpsi zat besi dalam usus.

 

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penambah Darah Rendah

Kekurangan darah adalah hal yang harus diwaspadai oleh siapa saja. Kekurangan darah dapat dialami oleh siapa pun termasuk pada anak-anak dan ibu hamil sekalipun. Umumnya seseorang yang memiliki hemoglobin rendah atau kekurangan sel darah merah mudah dikenali lewat wajah yang terlihat pucat, sering merasa lelah, mudah kecapean, dan juga menderita kekurangan gizi. Gejala-gejala demikian dikenal pula sebagai gejala kurang darah atau anemia.

Makanan penambah darah itu adalah makanan-makanan yang kaya akan kandungan zat besi, kaya akan folat, vitamin B12, dan vitamin C. Selain makanan-makanan yang bergizi, adapula beberapa jenis sayuran untuk membantu menambah darah. Khususnya menambah jumlah sel-sel darah merah.

1. Bayam

Bayam termasuk sayuran yang memiliki zat hijau daun yang alami, hijaunya bayam mulai dari daun hingga ke tangkainya. Keduanya memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi, sehingga sangat baik dikonsumsi oleh seseorang yang kekurangan darah. Selain itu memiliki kandungan folat untuk membantu pembentukan sel darah merah. Namun, hal yang harus diperhatikan adalah jangan terlalu lama memasak bayam sebagai sayur dan jangan terlalu lama mengkonsumsi bayam maksimal 5 jam. Jika mengkonsumsi sayur bayam lebih dari 5 jam zat yang terkandung dalam sayur bayam akan berubah menjadi racun tubuh.

2. Kangkung

Kankung sayuran hijau yang merakyat, mudah didapat dan mudah dimasak. Kangkung memiliki kandungan yang sama dengan bayam. Kangkung juga sangat baik dikonsumsi sebagai sayuran alami menambah darah.

3. Daun katuk

Daun katuk tidak hanya dijadikan makanan dan sayuran sehat bagi ibu hamil untuk menambah jumlah dan volume ASI. Daun katuk yang mengandung fosfor dan zat besi juga dapat dijadikan sebagai sayuran alami yang enak dikonsumsi untuk pembentukan sel darah merah.

4. Brokoli

Brokoli yang dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti cap cay ternyata menyimpan manfaat yang besar sebagai sayuran yang dapat menambah jumlah sel-sel darah merah. Dalam 1 tangkai brokoli mengandung 2,1 mg zat besi.

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Makanan Penambah Hb Darah

Hemoglobin merupakan protein yang mengandung zat besi yang terdapat pada sel darah merah. Hemoglobin berperan sebagai media pembawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh manusia. Bila tubuh kekurangan hemoglobin dapat menyebabkan anemia, infeksi atau bahkan perdarahan.

Oleh karenanya ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk menjaga hemoglobin tetap sehat. Dengan cara mengkonsumsi makanan sehat dengan keseimbangan lemak, kalori, karbohidrat, vitamin dan sumber nutrisi lainnya, seperti :

1. Daging sapi

Daging sapi banyak mengandung zat besi yang mampu meningkatkan jumlah hemoglobin dengan cepat. Selain itu, daging sapi juga bisa diserap oleh tubuh dengan cepat. Namun jangan berlebihan mengonsumsi daging sapi jika tidak ingin terserang penyakit kardiovaskular.

2. Sayuran

Beetroot atau bit, bayam, kacang polong, kacang merah, kubis, lobak, ketela, brokoli, kacang lima, sawi, kacang hitam, dan bunga kol adalah sayuran yang paling cepat meningkatkan hemoglobin Anda. Terutama bit, karena bit memiliki kemampuan untuk meregenerasi zat besi dan mengaktifkan sel-sel darah merah dalam tubuh.

3. Buah-buahan

Sedangkan buah-buahan yang mampu meningkatkan hemoglobin adalah kismis, plum, buah ara, buah malaka, aprikot, apel, jeruk, jeruk limau, dan juga grapefruit.

4. Kacang-kacangan

Beberapa orang mungkin tidak menyukai kacang-kacangan. Namun pertimbangkan makanan ini jika kadar hemoglobin dalam darah Anda terlalu rendah. Kacang almond merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang mengandung zat besi yang mampu meningkatkan hemoglobin Anda.

5. Roti, pasta, dan sereal

Anda sebaiknya memeriksa komposisi dari roti gandum, pasta, dan juga sereal. Kebanyakan dari jenis tiga makanan ini mengandung zat besi tinggi. Selain itu, gandum dikenal baik dikonsumsi sebagai menu diet harian.

Kandungan hemoglobin dalam darah umumnya dialami oleh para wanita yang sedang haid. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa pria juga bisa kekurangan hemoglobin karena sebab lainnya. Tetap jaga kesehatan dan konsumsilah lima makanan tersebut di atas untuk menjaga kadar hemoglobin dalam darah.

Posted in Makanan Penambah Darah | Tagged , , , , , , , | Leave a comment